AMUNTAI, aktualkalsel.com — Di sela-sela kegiatannya Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), H. Abdul Wahid HK melalui video call masih berikan apresiasi dengan diterapkannya Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) melalui Sistem Single Sign On (SSO) di HSU yang digagas oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) H. Adi Lesmana.
Hal tersebut disampaikannya pada saat seminar implementasi proyek perubahan diklatpim II angkatan VIII, dengan narasumber atau penguji Dr. Gustafa Yandi, M.Si dan Pembimbing Dr. Elly Fariani, Ak, M. di Ruang Rapat Sekretariat Daerah melalui Aplikasi Zoom Meeting. Jumat (20/8/2021)
“Ini sangat baik dengan diterapkannya SPBE SSO di HSU, dan ini adalah bentuk dari memberikan keefektifan serta efisiensi pelayanan pemerintah kepada masyarakat yang juga memudahkan koordinasi instansi yang satu dengan yang lainnya. Begitu juga pimpinan daerah kepada SKPD dilingkup pemerintahan di HSU,” ungkapnya.
Dia juga menambahkan penerapan SPBE SSO di HSU terlebih disaat pandemi covid-19 ini tentu sangat membantu dalam hal pelayanan dengan hanya melalui gadget atau perangkat elektronik untuk mendapatkan layanan.
Pemerintahan di masa pandemi sebagai mana diketahui mobilitas masyarakat dibatasi agar menghindari dari kerumunan guna mencegah penyebaran covid-19.
“Saya kira SPBE SSO ini menjadi perhatian kami atau pemerintah daerah untuk bisa dikembangkan lagi, ini adalah terebosan yang membanggakan dengan cukup satu akun bisa mendapatkan atau mengakses semua layanan, saya apresiasi luar biasa agar bisa dilaksanakan,” ucap Wahid.
Sementara itu Kepala Diskominfo, H. Adi Lesmana, yang didampingi langsung oleh Asissten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, H. Akhmad Rifaniansyah, menyampaikan, dengan perubahan zaman yang sangat cepat baik itu dari segi tekhnologi dan informasi perlu adanya kemudahan-kemudahan pengaksesan setiap layanan pemerintahan untuk masyarakat.
“Karena itu lah kami Diskominfo sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) memberikan suatu terobosan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat agar tidak bingung dikarenakan terlalu banyak akun atau aplikasi,” ujarnya. dis/Edwan














