BANJARMASIN aktualkalsel.com–Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat melakukan dialog dengan jajaran pimpinan dan pengurus MUI Kalsel di Banjarmasin Kamis 17 September 2026.
Tim Monev yang terdiri dari DR H Rahmat Hidayat MT, Emamatul Qudsyiah SAg dan Dr H Yayat Sujakna diterima pimpinan dan pengurus MUI Kalsel yang diketuai KH Ahmad Syairaji SM.
Di forum itu Rahmat Hidayat MR merespons laporan dari pengurus MUI Kalsel tentang kondisi ‘krisis hibah’ dari prmprov yang dialami pengurus MUI Kalsel saat ini sehingga dalam menyelenggarakan kegiatan berskala besar harus berjibaku membiayai dengan dana mandiri termasuk melakukan pengumpulan koin atau sumbangan dari pengurus yang jumlahnya sekitar 250 orang dengan nominal Rp100 ribu per anggota.
Setidaknya ada tiga event besar yang sudah dilaksanakan di tengah ‘krisis hibah’ tersebut yaitu pelantikan pengurus, dialog kebangsaan, musyawarah kerja dan milad MUI Kalsel.
“Sebenarnya ‘krisis hibah’ ini juga dialami MUI Pusat, tetapi kita sama sama tetap jalan kegiatan dengan bermitra pihak ketiga yang sudah menaruh kepercayaan tinggi terhadap lembaga ini,” ujar Rahmat Hidayat.
Sebelumnya, Ketua Umum MUI Kalsel KH Ahmad Syairaji menyebut
monev yang dilakukan tim pusat ini menjadi semacam proses penguatan kelembagaan bagi pengurus di Kalsel.
“Bukan untuk mencari kelemmahan tetapi justru sebagai upaya mencari jalan keluar persoalan umat, agar lembaga ini dalam menjalankan amanatnya mendapat keberkahan Alloh SWT,” ujar KH Syairaji.
Semebtara guberhur Kalsel dalam sambutan tertulisnya dibacakan Rusma Khazairin, staf alhi, menyebut kemitraan pemrov dan MUI Kalsel dalam membangun kemasyalahatan umat tidak akan ada akhirnya .(uumsri)



















