BANJARMASIN aktualkalsel.com–Sebuah hal berdesain bar di Chicago, Amerika menjadi saksi bagaimana tiga juri pakar dunia menilai dan menentukan enam seduhan kopi terbaik di muka bumi ini. Di kompetisi yang bernama World Brewers Cup 2024 pertengahan April tahun sama.
Kompetisi tiga babak yang diikuti 41 negara itu kemudian tersisa 12 negara maju ke babak semifinal dan di finalnya enam baristra dari enam negara. Kalau di dua babak awal peserta membawa kopi dan peralatan sendiri dan dipresentasikan di hadapan tiga juri maka di babak akhir kopi dan peralatan cangkir disediakan panitia.
Peralatan yang sama itulah yang digunakan para finalis untuk meracik seduhan kopi. Plus para juri berada di balik tirai, sehingga ketika menyeruput juri tidak tahu ini kopi seduhan peserta yang mana. Sebuah proses yang benar benar fairly.
“Di babak ini, kami diberi kopi yang kami sendiri tidak tahu dari mana, processing-nya seperti apa, dan roasting-nya bagaimana. Kami diminta menyeduh kopi tersebut, diberi waktu 30 menit latihan, delapan menit persiapan, dan tujuh menit untuk proses penyeduhan,” ujar Ryan Wibawa peserta dari Indonesia
Di babak final inilah kemudian perkopian dunia menetapkan urutan seduhan terbaik masing masing:
- Martin Wölfl, Austria
- Wataru Iidaka, Japan
- Ryan Wibawa, Indonesia
- Tom Hutchins, Australia
- Charity Cheung, France
- Jackie Tran, Czech Republic
Melihat rekaman yang dirilis panitia para peserta di babak pertama menyajikan proses penyeduhan kopi sambil menjelaskan sejarah dan asal kopi yang disiguhkan ke tiga tim juri. Dan, Ryan menyebut konsep seduhan kopinya dengan nama ‘kopi harmoni Bhinika Tinggal Ika’.
“Ini paduan kopi asal Panama, Columbia serta 10 persen dari kopi Sukawangi, Sumedang, Jawa Barat, negara saya tercinta Indonesia,” tutur Ryan dengan gestur tubuh agak membungkuk.
Prestasi baristra Indobesia ini langsung mendapat suport dari Menteri Sandaga Uno. Di akun medsosnya dia memposting keberhasilan Ryan. Pria ini seorang baristra yang mengaku sangat jatuh cinta pada kopi. Di ajang ini dia pernah ikut pada 2016 namun gagal dan kembali tujuh tahun kemudian dengan prestasi urutan tiga. .(uumsri/foto net)


















