BANJARMASIN aktualkalsel.com–Tok tok tok, kletok kletok kletok..Suara inilsh yang kini tengah ramai mengisi ruang udara kampung kampung Kota Banjarmasin: kalitokan!
Ya, permainan jadul yang dikenal juga dengan nama pletokan. Setidaknya sangat populer di tahun 60 -70 an. Dua bola kecil padat diberi tali, disatukan. Cara memainkannya simpul tali dipegang jadi satu lalu diayun turun naik sehingga dua bola berbentuk bekel tadi bergerak buka tutup, saling berbenturan ketika bertemu di tengah, lalu menjauh, berbenturan lagi. Begitu seterusnya.
Walau tampak hanya mengayun tetapi tetap saja permainan masyarakat ini memerlukan keterampilan agar dua bekel tadi tetap bisa dibenturkan. Jika gagal justru bisa menciderai pemainnya. Terkena pergelangan tangan resikonya sakit tidak kepalang juga.
Itulah sebabnya, walau demam permainan jadul yang satu ini kembali melanda Banjarmasin, ada juga pedagang yang tidak berkenan menjualnya untuk dimainkan bocah apalagi balita.
“Bahaya untuk anak anak, tertimpa bekelnya tangan bisa biru kalau kena kepala lebih berbahaya lagi,” ujar Cahaya, nenek penjual mainan ini di kawasan Kelurahan Antasan Besar Banjarmasin Tengah pertengahan Desember 2022.
Dia mengaku tahu betul resiko permainan yang di masyarakat Banjar dikenal dengan nama ‘kalitokan’ ini.
“Ini kan demam juga kala saya anak anak,” ujarnya.
Setelah berpuluh tahun ‘tenggelam’ kini kalitokan kembali digandrungi warga Kota Banjarmasin. Tidak hanya anak, orang tua pun masih tertarik menainkannya. Bahkan baru baru ini beredar di tiktok, seorang ulama terkemuka di Kalimantan Selatan nampak asyik bermain ‘kalitokan’ .
Tampak ulama itu turun dari mobil krnudian rntah bagaimana mendapat unit ‘kalitokan’ dan memainkannya. Dia berhasil mengayunkan dua bekel ke kanan dan kiri kemudian berbenturan di tengah sehingga menghasilkan bunyi ‘tok tok tok’. Tetapi ulama yang menggunakan gamis coklat itu tampak kesusahan ketika hendak membuat gerakan bekel ke atas ke bawah agar saking menbentur di bagian tebgah atas dan bawah. Inilah tingkat faktor kesulitan tinggi dalam permainan ini, tetapi justru menghasilkan bunyi ‘tok tok tok …. kletok kletok kletok’ yang cepat dan nyaring.
Tiktok yang viral ini justru disebut sebut membuat demam ‘kelitokan’ semakin semangat di daerah ini, wakaupun harga satu setnya tergolong murah ukuran uang jajan bocah yaitu antara rp5 ribu sampai rp20 ribu. Tergantung kualitas dan keindahannya. (uumsri/foto net)















