TANAH BUMBU, aktualkalsel.com — Sejumlah kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu, menjadi langganan banjir, saat intensitas hujan tinggi mengguyur wilayah ini. Seperti di kecamatan Satui beberapa hari lalu, akibat meluapnya sungai yang membelah kawasan itu.
Guna mengantisipasi bencana serupa, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanah Bumbu mewacanakan membangun berbagai infrastruktur pencegahan, termasuk keinginan kepala daerah membangun bendungan Kusan, senilai Rp2, 3 triliun.
“Kami serius untuk melakukan upaya pencegahan bencana banjir” Plt Kadis PUPR Tanah Bumbu, Subhansyah, ST,MT didampingi Kabid Bina Marga Hernadi Wibisono, saat meninjau jalan dan rumah warga yang tergenang air di Gunung Tinggi kecamatan Batulicin, Rabu (19/5/2021).
Subhansyah menyebutkan, Dinas PUPR mewacanakan untuk membangun beragam infrastruktur dan sarana pencegah banjir. Seperti tanggul penahan air, embung/ sodetan dan drainase yang refresentatif.
“Sehingga saat kabupaten Tanah Bumbu diguyur hujan dengan intensitas tinggi, tidak meluber ke permukiman warga, dan fasilitas publik. Karena arus air lancar dan tertampung dengan baik,” ucapnya.
Menurutnya, belajar dari kasus bencana banjir di kecamatan Satui, yang sempat melumpuhkan aktivitas masyarakat, dan merendam ribuan rumah warga beberapa hari lalu, penanganan pencegahan banjir menjadi prioritas daerah.
“Termasuk mendukung dan merealisasikan mimpi kepala daerah membangun bendungan Kusan,” tegasnya.
Disebutkannya, karena butuh anggaran besar untuk membangun bendungan Kusan, yakni mencapai Rp 2, 3 triliun, program ini harus mendapatkan suport dari pemerintah pusat. Upayanya melakukan lobi agar masuk dalam proyek strategis nasional (PSN), sehingga bisa biayai APBN.
“Dalam waktu dekat kita akan melakukan pengecekan ke lokasi yang akan menjadi titik bendungan, untuk ditindaklanjuti,” tandasnya.
Hal ini sebagai wujud keseriusan dan komitmen pihaknya merealisasikan mimpi besar itu dalam rangka penanggulangan bencana banjir di Bumi Bersujud.
Ditambahkan Subhansyah, selain untuk pembangunan infrastruktur pencegahan banjir, pihaknya juga dalam waktu segera akan melakukan inventarisir fasilitas umum yang rusak akibat banjir beberapa waktu lalu.
“Khususnya jalan yang rusak akibat rendaman air banjir, agar tidak menghambat mobilitas masyarakat,” demikian Subhansyah. Edwan



















