BANJARMASIN aktualkalsel.com—Dikepung semak belukar dan terkesan kusam di antara sejumlah perkantoran lainnya, itulah kondisi gedung yang selama ini dikenal sebagai kantor gubernur Kalimantan Selatan.
Gedung yang bagian depan berada di Jalan Sudirman Banjarmasin dan di bagian belakangnya di Jalan DI Panjaitan itu konsepnya dikelilingi halaman luas yang bakal dihiasi sejumlah taman tanaman hias. Namun sayang ‘restorasi’ kompleks yang dilakukan di era pemerintahan Gubernur Sahbirin itu mandeg dan dalam beberapa bulan terakhir kini menyisakan lingkungan yang jauh dari indah apalagi asri. Seperti kantor tak bertuan.

Rumput ilalang dan sejenisnya tumbuh menjulang tinggi di beberapa bagian halaman sehingga menghadirkan pemandangan gedung tempat bekerja orang nomor 1 Kalsel itu, dikepung belukar.
Belum lagi rumput liar yang tumbuh menjalar bahkan menutupi beberapa bagian pagar khususnya yang berada di pinggir Jalan DI Panjaitan Banjarmasin.
Padahal jalan itu merupakan jalan dengan lintasan kendaraan paling padat di Banjarmasin mengingat ada sejumlah perkantoran penting di sana. Belum lagi merupakan satu satunya akses strategis yang menghubungkan kawasan permukiman di utara Kota Banjarmasin menuju pusat kota.
Secara geografis, kantor orang nomor satu di Kalsel itu bagian barat bertetangga dengan Kantor Kejaksaan Tinggi Kalsel, Pengadilan Negeri Banjarmasin dan Mapolda Kalimantan Selatan.
Sementara di bagian utara persis bersebelahan dengan Kantor Keuangan Negara. Di sebelah selatannya ada Makorem 102/Ant berikut perumahan perwiranya, dan sejumlah kantor wilayah tang berpusat di Jakarta seperti Kemenag Kalsel.
Karena berada di tengah sejumlah perkantoran bergengsi diBanjarmasin itulah, kini rumput yang menjulang tinggi di bagian halaman sebelah barat gedung itu bagai menyumbang ‘kekumuhan’ di pusat perkantoran elit.
“Sekarang kan menjelang Idul Fitri, makam makam warga saja dibersihkan, dipangkas rumputnya, apa iya kantor orang nimor satu di Kalsel dibiarkan membelukar,” ujar satu warga yang kerap melewati kawasan itu.
“Setiap lewat saya merasa risih juga, sayang gedung megah itu tidak ada perawatannya walaupun masih dalam pembenahan. Paling tidak jangan sampai rumputnya hampir setinggi bangunan,” ujar warga itu lagi. (uumsri)


















