BANJARMASIN aktualkalsel.com–Puncak gerhana bulan total Selasa 3 Maret 2026 tak bisa disaksikan warga Kota Banjarmasin dan sekitarnya karena tertutup awan tebal dan hujan deras. Walau demikian sejumlah masjid di kota ini melaksanakan sholat sunnah dua rakaat sesaat setelah Sholat Magrib.
Hujan deras berserta guntur melanda kota ini sejak menjelang waktu berbuka puasa hingga menjelang Sholat Isya, itulah waktu yang disebutkan puncak gerhana bulan total 2026.
Hujan reda sebentar kemudian curahnya kembali besar begitu memasuki waktu Sholat Isya. Pantauan aktualkalsel.com awan putih tebal merata di langit Kota Banjarmasin hingga tidak bisa terlihat posisi bulan purnama baik sewaktu memasuki saat saat puncak gerhana maupun saat pelepasan gerhana.
Bahkan hingga waktu memasuki pukul 23.00 Wita bulan yang hitungan purnama itu tidak bisa terlihat, hujan germis masih mengguyur kota.
Sehari sebelum momen gerhana bulan total di langit Kota Banjarmasin tampak bulan bukat besar dengan warna kemerahan.
“Iya Senin 2 Maret 2026 malam bulan menuju purnama, bulat, tetapi warnanya agak ‘mengerikan’ seperti berdarah,” tutur Sholeh, warga Banjarmasin Tengah.(uumsri/foto net)



















