BANJARMASIN, aktualkalsel.com–Kariernya di kepolisian RI terakhir berada di posisi bergengsi: wakil kepala kepolisian RI (wakapolri) dengan pangkat bintang tiga.

Mantan Wakapolri Komjen (purn) Anton Bachrul Alam (ABA) sekarang sudah pensiun cukup lama. Pasca bertugas di kepolisian, dia memilih berkarir di profesi baru. Kalau kebanyakan para pensiunan jenderal lebih terjun ke dunia bisnis atau setidaknya berkarya di badan usaha milik pemerintah, tidak dengan yang satu ini. Profesi baru ABA sekarang lebih mentereng: juru dakwah keliling.

Seperti dikutip dari portal berita Suara.com, Kapolda Kalimantan Selatan 2008-2009 ini kini lebih berhidmat dari masjid ke masjid berdakwah bersama erabat baru nya di Jamaah Tablig.

Profesi baru inilah yang membuat nama purnawirawan jenderal ini sempat mencuri perhatian. Beberapa portal berita memunculkan ABA dengan sosok yang teramat baru. Dia akrab dengan gamis dan sorban putih dalam keseharian.

Bukan lantaran pergantian ‘seragam’ dato cokelat ke putih itu saja yang kemudian menjadi faktor sosoknya menarik untuk disimak, tetapi lebih pada jejak kepemimpinannya sewaktu di kepolisian dimana dia pernah bersangka curiga terhadap aktivitas jamaah dakwah yang berpindah dari satu masjid ke yang lain ini.

Hal itu diakuinya sempat curiga jika Jamaah Tabligh adalah kelompok yang berafiliasi dengan jaringan teroris.

“Saya pun meminta anak buahnya untuk menyelidiki kegiatan Jamaah Tabligh,” ungkap Anton Bachrul Alam saat bertausiyah.

Kecurigaan Anton itu datang karena melihat gaya berpakaian Jamaah Tabligh. Mereka memakai sorban, berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Ketika menjafi petinggi di Mabes Polri itu memerintahkan satu anggotanya menyelidiki Jamaah Tabligh dengan mengikuti itikaf atau berdiam diri di masjid selama 3 hari.

Setelah tiga hari menjalankan misi masuk ke Jamaah Tabligh, anak buahnya melapor ke Anton Bachrul. Namun, hal tak biasa terjadi ke anak buahnya yang dulunya jarang salat kini malah rajin salat. Bahkan, perubahan itu dialami 4 anak buah Anton yang dikirim bergantian.

“Ternyata, kata anak buah ini, Jamaah Tabligh ini bagus, saya heran jadinya. Sebab anggota saya itu setelah ikut misi, tiba-tiba rajin salat padahal sebelumnya jarang salat,” ceritanya.

Komjen Anton Bachrul Alam kian penasaran dan memutuskan untuk menyelidiki sendiri dengan cara datang langsung ke Markas Masjid Kebun Jeruk. Dia pun mengikuti kegiatan tersebut selama 3 hari.

Setelah itu, Anton merasakan dampak positif seperti empat anggotaya sebelumnya. Dia pun sangat tertarik dan terpikat dengan pola dakwah Jamaah Tabligh.

Sepulangnya kegiatan tersebut, Anton mampir beli gamis dan surban pulang dengan penampilan Sunnah. Momen itu merupakan momen Komjen Anton mendapatkan hidayah Allah SWT dan sampai sekarang aktif dalam kegiatan dakwah dan tabligh, serta istiqomah berpenampilan Sunnah. (sc/uumri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here