BANJARMASIN aktualkalsel.com—Heboh jagat maya melihat Paula, istri Baim Wong menggunakan pilis paskalahiran anak keduanya, membuat nitizen banyak kepo tentang ramuan tradisi ini.

Benarkah ramuan bobokan ini mampu memberikan rasa rileks bagi penggunanya sebagai aromatic terapi?

“Kalau di kalangan masyarakat Banjar terapi pilis ini merupakan khasanah turun temurun. Peninggalan urang bahari,” ujar Hj Siti Nursiah, perempuan Banjar pegiat pelestarian edukasi tradisional Banjar ketika dihubungi aktualkalsel.com Selasa 19 Oktober 2021.

Sebagai perempuan yang melahirkan tiga putra putri, pendiri Yayasan Bina Banua Pendamai yang mewadahi kreativitas anak dalam permainan tradisional di Banjarmasin ini, menuturkan paska tiga kali melahirkan selalu melumuri pilis di jidatnya.

“Orangtua yang mengajarkan, hasilnya yang saya rasakan kala itu memang aura adem,” ceritanya.

Tetapi menurut dia, ada khasiat yang lebih visioner dari terapi pilis ini yaitu untuk mencegah rabun mata paskalahiran.

“Agar pandangan mata lebih terang. Ini yang disampaikan orangtua bahari,” ujarnya.

Ketika menggunakan pilis itu, menurutnya, memang terlihat jidat menjadi kecoklatan karena bubuk bobokan itu berwarna kecoklatan.

Menurut dia, bapilis atau menggunakan pilis bagi perempuan Banjar paska melahirkan, adalah pemandangan biasa. Bahkan untuk menyerap aromatic lebih maksimal, caranya menempelkan ramuan tersebut secara lebih banyak.

“Kalau saya dulu nempelkannya lebih melebar, tidak seimut pilisnya Paula,” ini ujar Asih, perempuan Banjar yang juga punya pengalaman terapi dengan pilis.

Pilis merupakan bubuk yang dihasilkan dari beberapa rempah aromatic seperti kencur dan kunyit serta herbal lainnya.(uumsri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here