PAGATAN, aktualkalsel.com — Masih maraknya perkawinan dini membuat Kecamatan Kusan Hilir melakukan langkah preventif dengan melakukan sosialisasi tentang aturan dan undang-undang perkawinan dini, Rabu ( 13/10/2021 ).

Pesertanya seluruh sekdes, dari SMA, SMK, MAN, Unsur Muspika dengan menampilkan Nara sumber dari KUA, Puskesmas.

” Jumlahnya peserta 50 orang, dan mereka antusias mengikuti kegiatan ini,” kata Camat Kusan Hilir Arianto Sani kepada aktualkalsel.com, usai pelaksanaan sosialisasi undang-undang pernikah dini di Gedung Serba guna 7 Februari Pagatan.

Sebelumnya, kaya Arianto Sani, Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sudah disahkan pada tahun 2019.

Dalam undang-undang tersebut telah mencantumkan perubahan usia minimal perkawinan dari 16 tahun bagi perempuan menjadi 19 tahun. Hal ini telah mengakomodasi prinsip kesetaraan dan juga bentuk afirmasi yang progresif.

Oleh karenanya, pentingnya melakukan sosialisasi terkait Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perkawinan, terutama terkait batas usia perkawinan.

“Logikanya, dengan adanya peningkatan batas usia perkawinan akan membuat praktik perkawinan anak berkurang, atau bahkan tidak ada,” ungkapnya. dis/edwan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here