AMUNTAI, aktualkalsel.com — Bupati Kabupaten HSU Abdul Wahid HK mengatakan, seperti yang disampaikan dalam Nota Penjelasan RAPBD Tahun 2022 yang lalu, kelompok Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) yang terdiri dari Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah, mengalami penurunan dengan estimasi sekitar 16,88 persen bila dibandingkan dengan APBD tahun anggaran 2021,” kata bupati, Selasa ( 12/10/2021).

Hal itu dikatakan Abdul Wahid setelah menyimak dan mempelajari isi dari pemandangan umum yang disampaikan masing-masing fraksi di DPRD HSU pada rapat paripurnna sehubungan diajukannya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)Tahun Anggaran 2022 Kabupaten HSU.

Sedangkan pada Pendapatan Transfer, yang terdiri dari: Pendapatan Transfer dari Pemerintah Pusat, dan Pendapatan Transfer antar Daerah, mengalami penurunan dengan estimasi sekitar 1,52 persen.

“Penurunan target pada kelompok Pendapatan Asli Daerah, disebabkan berkurangnya estimasi target pendapatan pada Pajak Daerah, yakni turun sebesar 10,47 persen. Retribusi Daerah turun sebesar 17,44 persen, dan lain-lain PAD yang sah turun sebesar 20,39 persen.

Sedangkan pada Pendapatan Transfer, lanjutnya, penurunan target terjadi pada Pendapatan Transfer antar Daerah sebesar 1,52 persen

Menanggapi pertanyaan fraksi dewan, terkait dengan upaya konkrit Pemkab HSU yang akan dilakukan dalam meningkatkan pendapatan daerah tersebut, Bupati Wahid menyebut dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah, khususnya PAD yang bersumber dari pajak daerah dan retribusi daerah.

Pemkab HSU melalui BP2IRD akan selalu berupaya disamping melaksanakan sosialisasi secara terus menerus dan penagihan secara intensif kepada Wajib Pajak, juga telah mengupayakan pemasangan alat perekam Transaksi (Tapping Box) pada hotel-hotel, restoran dan rumah makan, sehingga potensi pajak dapat digali semaksimal mungkin, serta mengupayakan penyesuaian tarif retribusi dengan kondisi atau perkembangan ekonomi masyarakat sekarang.

“Saat ini, Pemkab juga sudah mengunakan Sistem Teknologi Infomasi dengan menyediakan System/Aplikasi SIMPATDA yang berbasis web, yang dapat diakses dimanapun sehingga memberikan kemudahan bagi Wajib Pajak dan Wajib Retribusi dalam melakukan Pendaftaran serta Pembayaran Pajak dan Retribusi, juga penyetoran secara secara online langsung ke Kas Daerah,” ungkapnya. dis/ Edwan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here