Bupati Kabupaten Tanah Bumbu Zairullah Azhar bersama Tuan Guru Udin Samarinda, Selasa ( 29/9/2021 ). ( foto/sukrie )

SAMARINDA, aktualkalsel.com — Siapa yang tidak kenal dengan ulama kharismatik kota Samarinda ini? Hampir seantero Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan mengenalnya.

Dia merupakan salah satu murid Guru Sakumpul Zaini Ghani Martapura, Kalimantan Selatan, yang setiap haulnya — sebelum Covid-19 melanda — dihadiri ribuan orang dari berbagai penjuru tanah air, khususnya kawasan Kalimantan.

Ulama kharismatik Samarinda itu adalah Ustadz KH Zhofarudin yang lebih akrab dikenal dengan panggilan Tuan Guru Udin, pimpinan Majelis Ta’lim Nurul Amin, yang pada Rabu ( 29/9/2021 ) kedatangan tamu istimewa, yakni Bupati Kabupaten Tanah Bumbu Zairullah Azhar beserta sejumlah pemimpin SKPD di Tanah Bumbu.

Ketika masuk ke ruang Majelis Ta’lim Nurul Amin, Zairullah disambut Tuan Guru Udin sekaligus memberikan surban yang dipakainya.

Pertemuan kedua tokoh ini tentu sangat luar biasa, karena ini merupakan pertama kalinya tadi mereka sudah terlihat akrab.

Guru Udin selama ini mengagumi Zairullah yang terkenal sebagai pengasuh ribuan anak yatim dan salah satu tokoh di Kalimantan Selatan.

” Selama ini, saya hanya bisa lihat pak Zairullah dari baliho-baliho, dan berita-berita. Dan Alhamdulillah, hari ini langsung bertemu dengan Pak bupati,” kata Tuan Guru kepada tamunya di Majelis Ta’lim Nurul Amin.

” Ternyata orangnya gagah dan mukanya bercahaya,” tambah Tuan Guru Udin. Zairullah yang duduk disamping Tuan Guru Udin tersenyum.

Menurut Tuan Guru Udin, Zairullah merupakan salah satu sosok beruntung karena telah menyantuni anak ribuan anak yatim. Karena orang yang memelihara anak yatim akan dekat dengan nabi.

Tidak jauh berbeda dengan Tuan Guru Udin, Zairullah sendiri baru pertama kali bertatap muka dan berpelukan langsung dengan Tuan Guru Udin.

Silaturrahi ke Tuan Guru Udin diselingi dengan humor-humor kedua tokoh tersebut, sehingga pertemuan ini terkesan luar biasa.

Setelah mereka berdialog, Tuan Guru Udin menjamu makan siang Zairullah dan rombongan, sambil diiringi musik gambus dari majelisnya.

Sebelum pulang dan meninggalkan Samarinda — pada kesempatan itu — Zairullah juga memberikan kenangan-kenangan kepada Tuan Guru Udin. A-01/ edwan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here