SDN Kuin Utara 5 ketika melakukan PTM Terbatas perdana setelah Covid-19 melanda daerah ini, Senin ( 12/7/2021 ) pagi. ( foto/sukrie )

BANJARMASIN, aktualkalsel.com — Sejumlah ibu-ibu pagi ini mendatangi SDN Kuin Utara 5, Kelurahan Kuin Utara, Banjarmasin Utara.
Mereka, bukan untuk unjuk rasa. Tapi menghantarkan putera puteri mereka, pertama kali masuk sekolah saat pandemi Corona ( Covid-19 ).

Seperti diketahui sejak awal pandemi tahun lalu, semua sekolah tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka ( PTM ) karena mewabahnya Covid-19.

” Alhamdulillah, ini hari pertama anak-anak masuk sekolah, setelah Covid-19 mewabah,” kata Khairunisa guru kelas VI SDN Kuin Utara 5 kepada aktualkalsel.com, Senin ( 12/7/2021).

Pada hari pertama PTM terbatas, Khairunisa bersama Sules, guru olahraga SDN Kuin Utara 5, berjaga di depan pintu masuk menuju kelas I-VI.
Guru cantik ini, memeriksa suhu tubuh setiap siswa yang masuk.

” Ya, setiap siswa yang mau masuk kelas kita cek dulu suhu tubuhnya, sesuai prokes. Mereka semua diwajibkan pakai masker,” katanya.

Menurut Khairunisa, untuk kegiatan PTM, mereka masuk secara bergantian. Misal, jika jumlah siswa satu kelas, ada 26 orang, maka nomor urut satu sampai 13 — berdasarkan absen — turun hari ini.

Sementara nomor urut absen 14 -26 mereka tidak turun tapi belajar di rumah . ” Dengan kata lain, cukup mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ),” katanya.

SDN dibolehkan melakukan PTM karena termasuk kategori hijau. ” Kalau oren atau merah tidak diperbolehkan,” jelasnya.

Sementara itu, Randy Rahmadani, guru kelas IV memberikan arahan kepada siswanya akan pentingnya menjaga protokol kesehatan.

Selain diperiksa suhu tubuh, pakai masker, semua siswa wajib cuci tangan.

Diharapkan bagi siswa ketika berada dalam kelas, jelas Randy, jangan mengecek mata sebelum mencuci tangan.
” Keluar kelas dan saat pulang pulang wajib mencuci tangan. Disamping itu, disarankan membawa minum dan bekal dari rumah. Karena ada jam istirahat bagi siswa,” tegas Randy.

Sementara itu, Hartati Murdaya orang Muhammad Ammar Abid Saleh, siswa kelas IV SDN Kuin, mengatakan, sebelum para siswa turun melihat sendiri jika gurunya membersih ruang kelas dan melakukan penyemprotan cairan disenfektan.

Kepala Dinas Pendidikkan Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengatakan, pelaksanaan PTM masih tetap pada rencana awal, sesuai izin yang diberikan Satgas covid-19.

Terkecuali, muncul lagi zona merah di Banjarmasin, maka PTM akan dihentikan sementara waktu.
Namun tidak dihentikan secara total, hanya sekitar 14 hari jika ada yang terpapar di sekolah itu dari covid-19. Kemudian PTM Terbatas dapat dilanjutkan kembali.
SKR/Edwan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here