Zairullah Azhar didampingi anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu Hasanuddin dan Ustadz Syaipul melihat masjid Darul Azhar Nurussalam Batulicin, yang dalam waktu dekat dilakukan perbaikan. ( foto/edwan )

PRASASTI tanda tangan Presiden ke 6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) masih nampak terlihat di depan pintu masuk utama masuk Masjid Darul Azhar Nurussalam yang berlokasi di Desa Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu.

Ketika Zairullah Azhar menjadi bupati pertama Kabupaten Tanah Bumbu, periode caretaker 2003-2005, dan bupati definitif periode 2005 – 2010, masjid ini merupakan satu-satunya masjid di Tanah Bumbu yang diresmikan presiden.

” Alhamdulillah, Pak SBY yang meresmikan masjid ini,” kata Ustadz Syaipul ketua pengelola Masjid Darul Azhar kepada aktualkal.com, usai sholat subuh, Rabu ( 20/1/2021 ).

Syaipul yang sehari-harinya menjabat kepala sekolah MTs Darul Azhar menjelaskan, ketika Zairullah menjadi bupati pertama, jemaah masjid ini terus membludak, terutama pada setiap Kamis malam.

Pada Kamis malam, jemaahnya ribuan orang. Mereka yang datang tidak hanya dari masyakarat Tanah Bumbu, tapi juga masyarakat kabupaten/kota di Banjarmasin.

Pratasti Presiden SBY, ketika meresmikan masjid Darul Azhar Nurussalam Batulicin. ( foto/Edwan )

Kabarnya setiap Kamis malam Zairullah mengeluarkan sana sekitar Rp1 Miliar hanya untuk biaya transportasi dari luar daerah. ” Untuk angkutan, akomodasi dan lain sebagainya kala itu ditanggung Zairullah,” cerita Syaipul.

Sebagai bupati, Zairullah tidak hanya konsen dalam meningkatkan pembangunan, tapi juga peningkatan siar keagamaan. Antara pembangunan dan fisik selaras, sehingga daerah ini terpilih sebagai daerah pemekaran terbaik se Indonesia.
” Itu bisa dicapai berkat keras Pak Zairullah,” kata Syaipul.

Setelah Zairullah tidak lagi menjabat bupati, pengaajian di masjid ini mulai berkurang. Dan seiring dengan waktu, kondisi masjid dan fasilitas lainnya mulai rusak.
Perlahan tapi pasti semua diperbaiki.

Sepuluh tahun meninggalkan Tanah Bumbu, Zairullah kembali ke daerah ini, setelah pada 9 Desember 2020 lalu memenangi Pilkada di daerah ini.

Harapan masyarakat di daerah ini, terutama pedagang di sekitar masjid berharap pengajian bisa dilakukan kembali, sehingga perekonomian berjalan lancar

” Setelah pak Zairullah tidak menjadi bupati lagi, aktifitas masjid berkurang. Sekarang mulai bergairah, jualan kamipun mulai menggeliat. Pembeli mulai ramai,” katanya.

Mulai Kamis malam, bulan ini, pengajian umum untuk para santri kembali mulai diaktifkan. Mereka yang memberikan tausiyah Ustadz-ustafz lokal, seperti Ustadz Abdurrahman, Ustad Hidayatullah, dan Suhuful Ambri yang sejak Zairullah jadi bupati tetap konsisten memberikan pengajian. Edwan/SKR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here