Kadis PUPR Kota Banjarmasin Arifin Noor, MT berdoa diluar makam yang digembok. ( foto/sukrie )

BANJARMASIN, aktualkalsel.com — Raut muka Aisyah dan sejumlah ibu-ibu anggota majelis Ta’lim yang datang dari Anjir , Kabupaten Barito Kuala nampak kecewa dan sedih ketika berziarah ke makam Sultan Suriansyah, Minggu (
5/7/ 2020 ).

Demikian juga dengan Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin Arifin Noor, MT dia hanya bisa berdoa di depan pagar.
Bersama puluhan penziarah yang datang dari berbagai tempat tidak bisa masuk ke makam.

Makam kebanggaan Urang Banua, khususnya masyarakat Kuin itu, sejak beberapa waktu lalu digembok dan di sana ada tertulis Status Quo.
Hal ini dipicu adanya permasalahan rebutan untuk melakukan pengelolaan terhadap makam ini.

” Kami sudah lama ingin berziarah ke sini dan ini baru pertama kali datang ke sini bersama rombongan.
Dan betapa kagetnya saya, pintu masuk menuju makam digembok,” kata Aisyah.

Ini makam bersejarah seharusnya tidak diperlakukan begini hanya untuk kepentingan pribadi para pihak yang bersengketa.

” Ulun yakin, datu ( maksud Sultan Suriansyah ) sangat kecewa dengan perilaku pihak yang melakukan penggembokan makam beliau yang hanya untuk kepentingan duniawi,” ungkapnya.

Penziarah hanya bisa baca Yasin, tahlil dan berdoa diluar pagar. ( foto/sukrie )

Meski digembok keinginan masyarakat berziarah ke makam ini tidak surut. Hingga pukul 15.30 WITA masih ada penziarah yang datang.

Mereka bergantian membaca Yasin, tahlil disamping makam yang kondisinya sangat tidak layak.
” Ya apa boleh buat kondisinya begini,” kata salah seorang pengunjung lainnya.

Aisyah mengharapkan penggembokan makam Sultan Suriansyah jangan sampai terlalu lama. Kasihan penziarah yang terpaksa antri dipinggir pagar.
Apalagi penziarah banyak yang datang dari luar Kalimantan Selatan.

Para penziarah berdoa agar para pihak yang bertikai diberikan hidayah, keikhlasan untuk membuka gembok demi kemaslahatan orang banyak.

” Jangan hanya soal kepentingan pribadi atau kelompok tega melakukan hal begini. Menggembok makam wali bukanlah perbuatan mulia, tapi malah sebaliknya bisa mendatangkan kualat bagi pelakunya,” kata ibu Ihai yang mengaku datang dari Martapura. *SKR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here