Wahidah 0ny dan 0ne Music

 

DIA seorang entreprenuer tulen. Aktivitasnya berjibun. Mulai di ormas, politik, hiburan, aneka olahraga tradisional sampai dunia masak memasak. Yang terakhir ini dijadikannya sebagai bisnis serius.

Boleh jadi hobi memasak ini pula yang menbawanya menjadi tim dapur Balakar 645 sejak lawas. Kiprahnya di barisan pemadam kebakaran Banjarmasin ini bahkan ada di urutan pertama dalam daftar kegiatan di cv alias riwayat hidupnya.

“Ada 14 organisasi yang saya aktif di sana,” ujar Wahidah Ony, aktivis perempuan yang pada Minggu 16 Desember 2019 dikukuhkan Walikota Banjarmasin H Ibu Sina sebagai ‘nakhoda’ Forkomda Partisipasi Masyarakat untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Puspa) Banjarmasin. Kota dengan motto ‘kayuh baimbai’ atau mendayung bersama.

Pengalaman segudang dalam bermasyarakat itu pula yang menghantarkannya dipercaya memimpin forum yang berada di bawah Kementrian Perempuan dan Perlindungan Anak ini.

Sebagai seorang entreprenuer yang menggabungkan dunia seni, olahraga, sosial, bisnis dan politik menjadi dalam satuan ‘kayuh baimbai’ ibu satu anak ini mengaku harus selalu siap memberdayaan tenaga, pikiran dan waktunya. Nyaris tanpa lelah.

Kalau di dunia organisasi sosial kemasyarakatan yang diikutinya tidak bisa diurut nama namanya hanya dalam satu dua paragraf karena sangat banyak, di jalur politik pun ada beberapa parpol yang dia singgahi ‘bakayuh’ di sana.

Ony menyebut nama Partai Golkar dan Partai Idaman yang sempat menjadi wadah berpolitik. Namun kini dia berlabuh di Partai Demokrat.

“Saya ini caleg gagal lho. Tapi jangan ditulis ya, haaa,” ujarnya terbahak.

Pileg 2018 lalu Ony maju sebagai caleg di partai yang dibangun SBY ini dan berada di urutan ketiga perolehan suara kecamatan Banjarmasin Utara. Dia pun tereleminasi dari daftar perolehan kursi DPRD Banjarmasin.

Kecamatan Banjarmasin Utara, tepatnya di Krkyrahan Alalak Utara, bisa disebut sebagai basis sejumlah giat utamanya. Sebagai wilayah domisili, di sini Ony juga membentuk club permainan tradisional berlabel ‘Bios Altra’ (bina olahraga tradional alalak utara) yang tak lain singkatan dari wilayah tersebut. Ini manivestasi dari posisinya sebagai ketua cabang olahraga enggrang Banjarmasin. Salah satu cabang seni dari permainan tradisional.

Tak kalah seru dari kiprah di olahraga tradisional serta politik, belum terlalu lama ini, Ony berhasil meluncurkan satu resep kue tradisional yang dikemas dengan rasa kekinian yaitu roti pisang cilembu bertabur keju atau coklat sesuai sekera. Kalau selama ini rotpis umumnya dipadupadankan dengan pisang, buah nangka atau kentang, maka terbaru dia mix dengan cilembu. Jenis ubi jalar khas Bandung yang rasanya manis itu. Hasilnya? Resep karyanya ini menjadi khas.

Rotpis cilembu racikan sendiri inilah yang kemudian dijadikannya sebagai cabang bisnis barunya, selain katering aneka masakan serta rental musik berlabel One Music yang lebih dulu digeluti. Dan di akun medsosnya, dia kerap pula memposting pergerakan bisnis rotpis nya ini: one rotpis & catering.

“Setelah suami meninggal , saya dan anak yang mengelola bisnis ini,” ujarnya suatu hari.

Kini sebagai ‘nakhoda’ Puspa Banjarmasin diakui tanggungjawabnya ikut bertambah. Tetapi sederet daftar aktivitas yang tertulis di cv hidupnya itu, semuanya bisa
di-merger-kan dengan program Puspa yang mengusung jargon three ends: akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan perempuan dan akhiri kesenjangan akses ekonomi terhadap perempuan.

Ketiganya termasuk ‘menu’ sasaran giat Ony selama ini. Uumsri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here