Menunggu Pembeli, Sejumlah pedagang'ruang pamer' yang buka setiap hari kamis

AMUNTAI AKTUAL– Berada di alam terbuka, udaranya segar dengan lingkungan bersih itulah ‘ruang pamer’ hasil kerajinan tangan (handycraft) terbesar di Banua.

Terbesar karena aneka jenis fungsi dan ujuran hasil handycraft itu dipajang hampir mengelilingi sisi luar Taman Terbuka Hijau Junjung Buih yang terletak di pusat Kota Amuntai, ibukota Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.

Di bawah rerimbunan pohon pohon yang berjajar di taman itu, transaksi aneka anyaman dari tumbuhan rotan, purun dan ilung dimulai sejak subuh setaip hari Kamis.

“Kami berjualan hanya kisaran waktu lima jam setiap Kamis. Sebelum matahari naik, pasar ini sudah berakhir,” ujar seorang pedagang tikar anyaman dari daun purun.

Perempuan paruh baya sebut saja Siti ini mengaku berjualan di ‘ruang pamer’ hansycraft ini sudah sangat lama. Dia bukan penduduk Kota Amuntai melainkan dari desa yang lumayan jauh.

“Kada ingat lagi mulai kapan berjualan. Lawas banar sudah (sudah lupa sejak kapan berjualan karena sangat lama),” ceritanya lagi.

Dia berjualan aneka tikar , tas, kipas dan alas piring berbagai ukuran yang semuanya hasil karya anyaman tangan dengan bahan tumbuh tumbuhan sehingga ramah lingkungan.

Siti mengaku mengangkut dagangannya menggunakan jasa sewa pikap, patungan dengan rekan dagangnya.

Menariknya, cara pengadaan barang dagangannya yaitu dengan hunting alias berburu ke kampung kampung penghasil handycraft ini.

Itulah sebabnya, dia tidak pernah kehabisan stok barang yang dijual.

Bersama Siti hadir puluhan pedagang setiap Kamis pagi itu. Menurut sejumlah pedagang di sana, kebabyakan pembeli berasal dari luar Kota Amuntai.

“Banyak pelancong yang datang, tapi rata rata mereka membeli dalam jumlah terbatas karena hanya untuk oleh oleh atau dipakai sendiri,” ujar pedagang .

 

Pelancong biasanya sibuk mengabadikan suasana ‘ruang pamer’ atau berselfie.

“Pembeli terbesar kami justru para pedagang, mereka membeli dalam jumlah banyak karena dijual lagi di kota lain,” ujarnya.

‘Ruang pamer’ handycraft di Kota Amuntai ini berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata sekaligus pusat bisnis antarkota. Uumsri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here