Denny Kurniawan dan peserta senyum simetris

 

INI jurus sukses versi pelatihan keseimbangan kecerdasan emosi dan rohani atau Emotional and Spiritual Quotient (ESQ) harus dimiliki setiap insan yang ingin sukses.

“Ada tiga unsur dalam diri yang harus dikembangkan dalam menapaki jalan menuju keberhasilan. Karir maupun non karir,” ujar Denny Kurniawan Mi Kom, trainer busness manajer ESQ Kalsel, ketika memberikan pelatihan bertema meaning of work di Hotel Rodhita Banjarmasin, Kamis 24 Oktober 2019.

Pesertanya para aktivis perempuan dan perlindungan anak tang tergabung dalam Forum Komunikasi Wilayah (Forkomwil) Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Kalsel.

Ketiga jurus itu , menurut Denny ialah senyum simetris, salam semut dan fokus dalam bertindak.

Senyum simetris, ujar Denny, sebenarnya semua insan bisa melakukannya yaitu tersenyum dengan ikhlas sehingga antara sudut bibir kiri san kanan tertariknya seimbang. Hasilnya wajah yang menebarkan kecerahan.

“Bukankah dalam Islam juga diajarkan untuk menebar senyum, sedekah murah meriah. Secara kesehatan pun memgolah senyum jauh kebih sehat daripada cemberut,” ujarnya diaminkan para peserta yang mayoritas ibu ibu.

Lalu tentang salam semut. Ini memang mengambil prinsip pertemanan komunitas binatang senyum yang selalu menberikan salam dengan memncium setiap kali bertemu.

Hanya saha, dalam konteks teori ESQ Ary Ginanjar ini, salam senyum jangan silakukan antara pria dan perempuan bukan muhrim karena caranya mirip tradisi bangsa Arab yang bertemu rekan atau kerabat: merangkul sambil menepuk nepuk kecil pundak rekan.

“Ketika salam semut itu ucapkan kata inspiratif seperti ‘sukses yaa bos’ atau ucapan doa lainnya ‘semoga panjang umur, sehaat,” ujar Denny sambil menyuruh peserta mempraktekannta kepada peserta masing masing terhadap peserta kiri dan kanan.

Pesan salam ucapan yang baik baik itu nilainya sama dengan mendoakan.

“Ketika kita mendoakan rekan maka saat itu pula malaikat mengaminkan dia yang sama kembali kepada kita,” ujarnya.

Semakin sering kita melakukannya, artinya semakin sering pula malaikat mengaminkan kebaikan doa untuk kita.
“Tetapi sekali lagi salam semut ini jangan dilakukan terhadap yang bukan muhrim,” ujarnya. Uumsri

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here