Ilustrasi

BUKAN hanya meningkat secara kuantitas jumlah keterwakilan perempuan yang berkiprah di Rumah Banjar –sebutan gedung DPRD Kalsel — terletak di kawasan elit Jl Lambungmangkurat Banjarmasin. Tetapi juga secara figur mereka adalah khusus. Istimewa.

Secara kuantitas ada peningkatan signifikan untuk periode 2019-2024 yang dilantik pada tanggal istimewa 9-9-2019 itu. Dikutip dari berita Antara, dari tujuh perempuan pada periode lalu menjadi 11 dari jumlah 55 kursi di sana. Hampir 50 persen.

Artinya lagi secara prosentasi keterwakilan perempuan kisarannya ada di angka 20 persen. Sebuah prosentasi tertinggi selama ini , di sana.

Lalu bagaimana secara partisipatif personal? Memang akan bisa dijawab seiring berjalannya waktu. Hanya saja secara figuro, mereka adalah srikandi srikandi banua yang kiprahnya juga khusus. Kalau tidak , mana mungkin bisa merebut simpati dan dukungan ribuan hingga belasan ribu suara pada pemilu legislatif (pileg) 17 April 2019.

Hj Karmila, misalnya, untuk wilayah daerah pemilihan 1 yaitu Banjarmasin, dia meraup suara tertinggi. Ranking istimewa itu pula yang menghantarkan putri walikota Banjarmasin periode 2009-2014 H Muhidin ini, menduduki posisi sebagai wakil pimpinan di DPRD Kalsel.

Plus, tercatat sebagai unsur pimpinan termuda sepanjang sejarahnya yaitu di usia 28 tahun.

Srikandi ‘wajah’ baru lainnya di Rumah Banjar itu adalah Hj Dewi Damayanti Said yang meraih suara dukungan 17 ribu suara lebih adalah satu nama khusus lainnya. Pegiat sosial kemasyarakatan Banua ini, memiliki rekam jejak politik yang istimewa.

Suaminya, Ir Achmadi Noor Supit, adalah seorang politisi kawakan Partai Golkar yang berhasil duduk di DPR RI untuk beberapa periode bahkan sebagai orang penting badan anggaran di Senayan sana.
Sedangkan sang ayah memiliki nama masyhur yaitu Ir HM Said, gubernur Kalsel paling lama memimpin yaitu 11 tahun ditambah empat tahun sebagai wakil gubernur Mistar yang meninggal di tahun keempat kepemimpinanannya.

Itu dua di antara enam srikandi wajah baru di DPRD Kalsel. Ada lima srikandi lainnya yang sudah tidak asing lagi kiprahnya di pilitik legislatif-nya urang Banjar karena tercatat sebagai petahana yang sukses memperpanjang periode karier politiknya di sana. Hj Syarifah Ruqayah adalah salah satunya.

Lalu siapa saja sebelas srikandi handal di pentas politik provinsi dengan wilayah geografis terkecil di Kalimantan, yang kini menyandang anggota terhormat itu?

Ini nama nama mereka:
Trio srikandi dari Partai Golkar adalah Hj Syarifah Rukayah, hj Hariyatie (keduanya petahana) dan Dewi Damayanti Said.

Selanjutnya, duo dari Partai Amanat Nasional (PAN) adalah wajah baru Hj Karmila Nuhidin dan Racmah Norlias, pensiunan kepala Disdukcapil Kota Banjarmasin.

Sementara Gerindra menempatkan tiga srikandi-nya yaitu Jihan Hanifa, Ayu Febria Roosnani dan Mariana Sab.

Lalu dari Partai Nasden ada nama Gina Mariyati dan Gt Mifthahul Chatimah. Dan satu srikandi dati Partai Hanura yaitu Rizki Niaz Anggraini.

Catatan khususnya adalah PDI-Perjuangan yang ketua umumnya seorang perempuan justru tak manpu meloloskan srikandinya di DPRD Kalsel.

Banyak harapan perempuan Kalsel dialamatkan ke para srikandi di atas. Khususnya berharap aspirasi dan kepentingan perempuan akan lebih terakomodir dalam produk produk hukum dan kebijakan pemerintah daerah.

Aspiratifkah mereka?
Seperti di awal tulisan ini, semua akan dibuktikan oleh waktu lima tahun ke depan. Tetapi sekadar ‘warming’ barangkali, sudah ditunjukan tujuh dari sebelas srikandi khusus tadi di hadapan publik: yaitu ketika mereka menemui para mahasiswa yang melakukan demo di tempat mereka bekerja.

Tujuh srikandi mencoba merekan aspirasi masyarakat yang menyuarakan penolakan sejumlah RUU di negeri ini. Mereka tampil dengan kondrat sebagai perempuan : bersolek (maklum baru mengikuti pelantikan).

Salahkah bila mereka tampil cantik? Sama sekali tidak! Bahkan akan menjadi sangat indah bila anggota dewan yang handal tampil cantik-cantik sebagai kodratnya.

Kalau kemudian siang itu mereka mendapat respons teriakan kata ‘turun’ dan ‘nanti luntur make up’ nya itu biasa bagian emosi demonstran. Biar pun anggota dewan pria yang gagah gagah menemui mereka, niscaya akan disambut teriakan bernada kritis juga.

Selamat mengemban amanah rakyat wahai para srikandi banua di dewan kita. UmiSri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here