Muslih bersama kawan dan sahabatnya pada Idul Fitri kedua, Sabtu ( 16/6/18 ). ( foto/ist )

Laporan Wartawan AKTUAL
Edwan muhammad

SUASANA lembaga permasyarakatan ( Lapas ) Banjarbaru, Sabtu ( 16/6/18 ) pagi, sangat berbeda dibanding hari-hari sebelumnya.
Di halaman parkir lapas puluhan mobil berjejer, dan hampir ratusan sepeda motor menjejali halaman lapas yang pada hari biasanya terlihat lengang.
Sementara itu, dibawah tenda yang dipasang persis di muka pintu masuk ratusan orang antri.
Mereka yang mengantri, ada yang mau masuk nunggu giliran menjenguk suami atau keluarga. Selain itu, ada juga yang antrian untuk masuk nomor masuk.
Hari itu, merupakan hari kedua Idul Fitri 1439 H. Dan hari pertama lapas Banjarbaru memberikan kesempatan kepada sanak famili penghuni lapas bersilaturahmi, dikunjungi keluarga.
” Baru jam 10 pagi, jumlah antrian yang masuk sudah mendekati angka 500,” kata salah seorang petugas lapas.
Berdasarkan pemantauan aktualkalsel. com ( Tabloid AKTUAL untuk media cetaknya) dari penghuni lapas yang paling banyak dikunjungi Muslih, mantan direktur utama PDAM Bandarmasih.
Mereka yang datang menjenguk Muslih datang silih berganti, mulai pada sesi pertama dari jam 08.00 pagi hingga jam 13.00 siang, dan sesi kedua mulai jam 14.00 wita hingga jam 17.00 wita.
Dan yang menarik, mereka yang mengunjungi Muslih, tidak hanya keluarga besarnya, tapi juga dari juru parkir, staf PDAM Bandarmasih, dan pejabat tinggi di daerah ini.
” Beliau orang baik, setiap Idul Fitri kami berkunjung ke rumah dinas Pak Muslih, ” kata salah seorang pengunjung yang tidak mau disebutkan namanya.
Di mata kawan -kawannya, ataupun orang yang mengenalnya, lanjut dia, Muslih adalah sosok yang familiar, mudah bergaul dengan siapa saja dan humoris.
Dan itu terlihat pergaulannya dengan sesama penghuni lapas. Muslih begitu dihormati mereka.
” Selama beliau ada di sini, kondisi lapas agak berbeda. Pak Muslih mengajarkan kebersamaan, ” kata Wil, salah seorang penghuni lapas berkulit putih dan mata sedikit sipit.
selain itu, Masjid yang ada di dalam lapas sekarang semarak dengan adanya pengajian rutin.
Setiap Jumat dan Sabtu pagi kurang lebih 100 orang napi belajar mengaji sesuai dengan tingkatan mereka.
Mulai dari iqro sampai melancarkan bacaan, dan penempatan huruf ketika membaca al quran.
Guru yang memberikan bimbingan membaca al quran datang dari ponpes yang ada di Banjarbaru dan Martapura.
Suasana Idul Fitri kemarin benar-benar luar biasa. Muslih ” kebanjiran ” tamu.
Mirip open house yang dilaksanakan di rumah dinasnya pada Idul Fitri 1438 H lalu.
Tamu yang datang disuguhi berbagai macam makanan, mulai ketupat Kandangan, nasi samin, buras, hingga lempeng India yang dimakan dengan kareh daging sapi, kambing, plus buah-buahan.
Dan untuk lempeng India, dibuat sendiri oleh sang bunda, yang hari itu juga datang bersama anak – anaknya yang lain menjenguk Muslih.
Semua makanan tersebut dibawakan keluarganya. Mereka tahu pada Idul Fitri pasti Muslih banyak mendapat kunjungan kawan dan sahabatnya.
Ruang lapas yang berukuran kurang lebih 5 x 10 yang untuk menerima tamu – tamu Muslih nyaris penuh.
Melihat banyak yang datang pada suasana Idul Fitri, bukanlah hal baru bagi Muslih.
Dulu, setiap Idul Fitri, rumah dinasnya di Jl S Parman, samping Kodim 1007/Banjarmasin, selalu dijejali tamu yang datang dari berbagai kalangan.
Idul Fitri tahun inipun tidak jauh berbeda tamu yang datang mengunjungi Muslih, hanya saja tempatnya yang berbeda. SKR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here