Kantor Gubernur Kalsel sebelum di bongkar

(H Kamarul Hidayat, pensiunan pejabat Biro Humas Prov Kalsel kini redaktur di stasiun televisi BanjarTV)

SETIAP orang punya kenangan. Juga bagi yang pernah bekerja di Kantor Gubernur Kalimantan Selatan di Jalan Jenderal Sudirman 14 Banjarmasin. Atau yang kerap disebut warga Banua Kantor Gubernuran.

Saya Pertama mengenal tempat kerja itu ketika pindah dari Kantor Bupati HSU ke Banjarmasin sekitar dekade 80-an. Ditempatkan di Biro Humas yang baru dibentuk Gubernur Mistar Tjokrokusumo. Ketika itu kantornya berdampingan dengan kediaman Gubernur.

Sebagai pegawai di Biro Humas, ketika itu hampir tiap hari bolak balik ke kediaman Gubernur. Berbagai bahan pekerjaan dan hasil olahan selalu dikirim ke meja Gubernur di kediamannya.

Bagi saya kantor itu menjadi tempat yang menyenangkan. Hampir tiap hari, harus turun naik tangga menyelesaikan pekerjaan. Diantaranya melakukan koordinasi dengan berbagai Biro dan Bagian. Atau sekadar untuk hadir di ruang rapat di lantai dua atau tiga.

Jadilah turun naik tangga tersebut sebagai sebuah kegiatan yang menyenangkan. Lebih menganggapnya seperti melakukan olahraga ringan. Padahal setiap hari Jum’at biasa olahraga jogging mulai dari halaman kantor Gubernur menuju pasar baru, pelabuhan lama, hingga balik kembali ke jalan Jenderal Sudirman.

Selama lebih kurang 26 tahun bekerja di tempat itu, alhamdulillah tak pernah mendapat sakit. Mungkin salah satunya, karena hampir tiap hari mondar mandir menyelesaikan pekerjaan di kantor yang cukup besar itu.

Apalagi sudah menjadi kebiasaan, akan lebih senang kalau harus bertemu dengan orang lain. Tanpa sekalipun terkadang menggunakan kemudahan pesawat telepon.

Bila kini bangunan yang selama lebih 20 tahun saya lewati sebagai profesi itu akan dihancurkan, maka memori di atas tak akan ikut sirna.

Kantor berlantai tiga itu, pernah menjadi tempat bekerja yang menyenangkan.

Apalagi tamu yang datang pasti berasal dari kabupaten yang ingin berurusan dengan provinsi. Pasti semakin banyak orang yang harus dikenali dan dilayani.
Umi Sri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here