Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Aman Fahriansyah ketika meninjau pekerjaan drainase yang dibangun di badan jalan menuju Masjid Al Busro. Pekerjaan drainase ini dinilai tidak memberikan manfaat atau dampak positif bagi warga di sekitar masjid. ( foto edwan Muhammad )

BANJARMASIN, AKTUAL – Anggota Komisi  III DPRD Kota Banjarmasin Aman Fahriansyah mengaku “grigitan” ( dongkol ) melihat pekerjaan drainase di atas badan jalan menuju masjid Al Busro, yang berlokasi di Jl. Kuin Utara RT 11, Kecamatan Banjarmasin Utara.

“ Pekerjaan drainase di tempat ini sangat tidak benar,” katanya ketika meninjau pekerjaan drainase, Kamis ( 21/12/17 ) pagi.

Aman yang saat ini menjabat Sekretaris DPC PPP Kota Banjarmasin datang sendirian ke lokasi pekerjaan pembuatan darinase, karena ketua dan anggota komisi III lainnya  masih berada di luar daerah.

“ Saya sudah komunikasi dengan Pak Faisal, ketua komisi III, mengenai kasus ini. Dan saya diminta datang ke sini tuk melakukan pengecekan di lapangan, meski hanya sendirian,” kata Aman.

 

Setelah kumpul semuanya nanti, ungkap Aman, komisi III kembali melakukan peninjauan ke lokasi pembuatan drainase yang  dinilai mubajir.

Adanya keluhanan dan protes  masyarakat  di sekitar Masjid Al Busro, menurut Aman,  sangat wajar dan dia memberikan apresiasi . Masalahnya  drainase dibuat tingginya  40 meter dari permukaan jalan menuju masjid, dan masuk ke dalam tanah  hanya 20 cm. Dan ini sangat ironi sekali.  Apalagi, drainase tersebut membelah badan jalan.

Menurut Aman proyek ini merupakan dari Kementerian PUPR denan Program Penataan Kawasan Permukiman Nelayan/ Tepi Sungai Kuin dan berkoordinasi dengan Pemko Banjarmasin.
” Pembuatan drainase di sini tidak benarkan, dan terkesan dipaksakan,” katanya.

Aman menilai pembuatan drainase di Jl Kuin Utara dan rencananya dikoneksikan dengan jalan menuju masjid mirip proyek siluman. Karena tidak mencantumkan sumber dana dari pekerjaan tersebut, siapa kontraktornya, dan dananya berapa dan bersumber dari mana?

Hal lain yang membuat Aman tak habis pikir, pembuangan drainase itu persis di depan masjid Al Busro.

Hal ini sangat membahayakan, karena tidak tertutup kemungkinan mengakibatkan terjadi banjir jika terjadi hujan lebat.

“ Namun saya yakin, di daerah ini tidak mungkin banjir. Apalagi sejak jaman bahari hingga sekarang tidak pernah banjir kampong Kuin.

Kalau pun dibalik ungkap Aman, mana mungkin air sumur di depan masjid meluap dan airnya dialirkan ke sungai Kuin.

Soal rencana membuat taman di atas drainase, tegas Aman, itu pekerjaan mengada-ada. “ Kok dibuat taman. Aneh aja. Kenapa tidak jalannya saja di perbaiki sehingga orang yang ingin dapat ke masjid merasa nyaman.  Dan kalaupun dibuat taman apa relevansinya? Pokoknya menurut saya proyek ini tidak benar,” tegas Aman.

Yang pasti, ungkap Aman, dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang dinas terkait dari Pemko Banjarmasin untuk membicarakan masalah ini. “ Salah satunya yang akan  undang Dinas PUPR Kota Banjarmasin,” demikian Aman.

Seperti diketahui ,keberatan pembangunan drainase ini, sudah disampaikan  Sekretaris Masjid Al Busro Sukriansyah, pada rapat dengan pihak Kementerian PUPR, Kasetker PKP Provinsi Kalsel, dan PT Arisco Cipta Graha Sarana yang diwakili Sugiono dan Supriadi, dan jajaran terkait dengan proyek ini  dipimpin Asisten II Pemko Banjarmasin Hamdi, Kamis ( 14/7/17 ), di kantor Walikota Banjarmasin.

Waktu itu disepakati, tuk kelanjutan pekerjaan drainase yang menuju masjid Al Busro, pihak kontraktor akan melakuan komunikasi dulu dengan masyarakat sekitar masjid, dan pengurus masjid.

Tapi kenyataannya, mereka tetap melanjutkan pekerjaan yang dinilai tidak bermanfaat bagi warga di sekitar masjid.
Edwan muhammad

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here